WELCOME TO MY BLOG

Minggu, 20 Februari 2011

Gunung Berapi

Gunung adalah bentuk muka bumi yang bisa menjulang tinggi hingga lebih dari 400 meter di atas permukaan laut, berbentuk kerucut atau kubah. Sebelum sampai puncaknya, kita bisa lihat lereng-lereng yang dipenuhi berbagai macam tumbuhan hijau dan hutan lebat, sehingga udara begitu sejuk dan segar kita rasakan. Adik-adik, udara segar ini jarang sekali kita rasakan di tempat tinggal kita, dengan begitu.. banyak orang yang ingin pergi ke gunung untuk merasakan kesegaran alamnya.

Indonesia yang berada di negara kepulauan, dilintasi 2 jalur pegunungan (Sirkum), yaitu Sirkum Pasifik dengan rangkaian pegunungan di Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua. dan Sirkum Mediterania dengan rangkaian pegunungan memanjang dari ujung barat laut Pulau Sumatera sampai ujung Kepulauan Nusa tenggara, dan pulau-pulau di Maluku Selatan. Karena barisan inilah, wilayah Indonesia banyak dijumpai pegunungan berapi yang jumlahnya lebih dari 200. Dan karena Indonesia terletak di daerah lingkaran api atau cincin api pasifik (Pacific Ring of Fire), maka Indonesia merupakan daerah rawan gempa dan gunung meletus, daerah ini mengelilingi Samudera Pasifik.

Dilihat dari aktivitasnya, tipe gunung ada yang tidak berapi dan berapi. Gunung tidak berapi biasanya terbentuk karena gunung api yang sudah ratusan bahkan ribuan tahun tidak aktif lagi, atau terbentuk karena pergeseran kulit bumi. Contoh gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi di Indonesia misalnya yang terdapat di Kalimantan dengan ketinggian rata-rata tidak melebihi dari 2500 di atas permukaan laut, yaitu Gunung Harun yang memiliki tinggi 2.160 meter berada di Propinsi Kalimantan Timur, Bukitraya yang memiliki Tinggi 2.278 meter berada di Propinsi Kalimantan Barat. Di Sumatera ada Bukit Barisan, di pulau Jawa bagian selatan ada Pegunungan Seribu, dan di bagian tengah-utara Pegunungan Kendeng di Jawa Tengah.

Sedangkan gunung berapi adalah gunung yang masih aktif, di dalam perut gunung terdapat magma yang sangat panas, mengeluarkan gas dan tekanan yang sewaktu-waktu dapat mengalir keluar gunung, bahkan meletus. Misalnya gunung Merapi, Krakatau, Bromo, dan gunung Kelud.

Gunung yang meletus mengeluarkan material berupa abu, lava, gas panas, dan uap. Suhu lava yang dimuntahkan selama letusan gunung berapi dapat melebihi 1000 derajat celcius. Awan yang berupa abu bisa terbang melayang terbawa angin hingga ratusan bahkan ribuan kilometer jauhnya. Misalnya abu letusan Gunung Krakatau tahun 1888 terbawa angin sampai ke daratan Eropa. Sementara itu, lava yang mengalir akan memusnahkan seluruh kehidupan yang dilaluinya, semuanya akan hangus terbakar dan beberapa di antaranya lenyap tanpa bekas akibat tersapu lava bersuhu lebih dari 1.000 derajat celcius.

Bahaya lain yang ditimbulkan dari letusan gunung adalah awan panas. Awan panas ini tidak kelihatan, tetapi semua kehidupan yang dilewati akan terbakar dan mati. Tidak kalah berbahanyanya adalah gas beracun. Biasanya kandungan gas ini didominasi oleh sulphur atau belerang. Bila gas ini terhirup oleh manusia maupun binatang, sudah dipastikan mereka akan keracunan dan umumnya berujung pada kematian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar